USAILAH
USAI
Sebuah ranting kering melambaikan tangan pada pendaran jingga yang perlahan tenggelam ke pelukan malam. Sehelai daun kering pun gugur, barangkali helai yang terakhir, luruh dan mengapung, melayang-layang mengikuti setiap embusan yang datang, meninggalkan rindu putik yang kelak akan berbuah.
Kita tak cukup fasih menafsir ke arah mana daun itu akan jatuh dan berdiang. Sebab, setelah matahari benar-benar tenggelam, semua cahaya hanya tinggal bayang, kita hanya bisa menerka dan menduga keadaan.
Sehelai daun kering mengapung dan melayang-layang di gelap malam, ia adalah guguran daun yang telah usai menunaikan tugasnya.
- Mahesa Jenar
2021
Iklan ada di sini
Komentar