NUANSA KERAPUAN
Rasaku terkikis perlahan oleh tipu daya. Menyeret jiwa raga jatuh ke kedalaman nista. Segalanya telah asing dan tenggelam, dan disepanjang pandangan hanya dipenuhi lautan dusta.
Dingin khianat bergelut keras dalam ingatan. Disaat kau pergi sesuka hati tinggalkan luka. Padahal aku sudah mati-matian menjaga agar tak jadi tragedi. Kenyataannya berakhir dengan kau memegang belati, untuk menusukku sangat dalam hingga sulit terobati.
Sebelum patah tertusuk yang sakitnya menembus jantungku, aku pernah menaruh percaya yang amat padamu Tuan berwajah rupawan....
Setiap kata manismu masih tergambar jelas diingatan. Hati ini menangis namun aku bisa apa.... Derita ini sungguh sangat merepotkan, ia harus terus diberi makan semangkuk lara dan irisan luka agar diam.
Serasa bagai badai sedang mengoyak isi kepala. Sekawanan duka sedang berteduh diantara akal dan hati. Dan nyatanya tak ada yang baik-baik saja perihal luka dan kecewa....
🦋 Lentera Malam ,28/05/2024
Iklan ada di sini
Komentar