PENTINNYA PENDIDIKAN ALTERNATIF (NonFormal)

PENTINNYA PENDIDIKAN ALTERNATIF (NonFormal)

Tolak ukur peradaban suatu bangsa ialah seberapa besar generasinya mencintai buku dan menulis segala peradaban sejarah bangsanya, entah dalam buku fiksi dan nonfiksi demi menginvestasikan ilmu pengetahuan dalam perpustakaan kehidupan bagi generasi. 

Di Papua para intelektual ini saling berlomba mengejar segala kekuasaan demi menginvestasi uang otsus untuk memperkaya diri dan keluarganya yang tidak berfaedah bagi generasi. Membangun suatu peradaban dengan cara menulis buku untuk memperbanyak kasanah ilmu pengetahuan untuk generasi penerusnya. Intelektual orang Papua salah kaprah dari arena intelektual itu sendiri. 

Kerja-kerja ilmiah intelektual dalam kolektivitas dan individual dengan gerakan menulis buku fiksi maupun nonfiksi sangat penting dan sangat di perlukan di tanah Papua dalam segala bidang, bukan hanya bicara2 tanpa kita menulis dan membukukan, kalo bicara kapan ada perubahan dan kalau tidak ada perubahan ya generasi sekarang sadar untuk merubahnya. Karena setiap masa ada generasi dan setiap generasi pasti ada jiwa2 militan yang akan merubah situasinya untuk membangun sebuah peradaban barunya.

Semoga generasi kita harus merubah paradigma lama yang tidak menulis dan membaca roda zaman. Kita harus membaca pergerakan dunia dan melihat apa yang terjadi di negeri kita lalu panjangkan umur kita dengan menulis untuk mengivestasikan ilmu bagi generasi sebagai patokan sejarah yang berharga bagi masa generasi.

Ayo bangun peradaban bangsa dengan gerakan literasi. Gerakan-gerakan literasi yang membangkitkan semangat bagi generasi dengan pendampingan dan pembinaan khusus di setiap kompleks, kampung, halaman sekolah, halaman gereja dengan membuka Taman Baca Masyarakat, taman atau kelompok belajar, lapak buku, pojok buku atau perpustakaan mini maupun umum setiap kabupaten yang ada.

Setiap kampung atau desa pasti memiliki banyak sarjana pengangguran, pasti ada tamatan SMA yang kurang lebih 10 orang ke atas. Banyak orang terpelajar itu bisa menjadi tenaga relawan literasi untuk mendampingi adik-adik kita untuk menuntun mereka dalam belajar. Sebuah kesadaran tentang pentingnya pendidikan bisa di bangun di sana untuk menentukan langkah bagi generasi kita. Kalau hanya menunggu pendidikan formal, anak-anak kita akan terus berputar pada poros yang sama seperti hari ini.

Share Post. Aleks Giyai 
Iklan ada di sini

Komentar