CINTA (Pangilan Jiwa)

CINTA (Pangilan Jiwa)

Pra Kata 

Pada Mulanya adalah CINTA, Berawal dari Keraguan, menyangsikan Segala Sesuatu dan 
Mempertanyakannya. Seperti itulah, Sang Melankolis meyakini, segala sesuatu berawal dari CINTA. Baginya Cinta adalah Panggilan Jiwa. Apa yang diyakini oleh Sang Melankolis, dipertanyakan. Sang Kritikus, mempertanyakannya. 

Rupanya, ada yang meragukan semuanya. Tidak mungkin, Cinta adalah Asal dan Tujuan. Cinta bukanlah Panggilan Jiwa. Sang Skeptik Meragukannya. Ia meragukan CINTA. Baginya barangkali CINTA itu Ambigu, tidak berdasar dan ilusi bagi Jiwa yang lemah. 

Bagaimana Sang Melankolis menjawab setiap 
pertanyaan Kritikus dan Meyakinkan Sang Skeptik…? Silahkan Simak sendiri dalam tulisan ini. 

Ini adalah Pertarungan Hati dan Pikiran, Paradoxa Logika dan Rasa. Memang Logika Hati tak mampu diselami pikiran, Rasa tidak dapat dimengerti oleh akal. Bahkan, CINTA memiliki logikanya sendiri. Memang Paradox, antara Kecantikan dan Kegelapan atau 
Kecantikan Membutakan Mata, menuju kesesatan. 

Cinta adalah Panggilan Jiwa, dituntun oleh Aprodithe ke dalam kastil Dewi Niks.

Kami UNIVERSITAS KAKI ABU (UNIKAB) 
menghadirkan bacaan Sang Melankolis Part I: “CINTA, Panggilan Jiwa: “Pertarungan Hati dan Pikiran, Paradoxa Logika dan Rasa; Mencumbui Dewi Aprodithe di Dalam Kastil Dewi Niks”, ini kami hadirkan ke tengah 
khayalak publik. Kami akui bacaan ini agaknya sedikitrumit, sebab “bernuansa” reflektif filosofis. Oleh karena itu kami sarankan kepada Pembaca agar menggunakan kamus (filsafat / psikologi) karena banyak istilah / kata-kata ilmiah yang “kurang lebih” belum 
terlalu populer di kalangan pembaca umumnya. 

Harapan kami, dengan adanya bacaan ini, Sang Melankolis Part I: Cinta, Panggilan Jiwa dapat membuka khazanah refleksi “mendalam” terutama essensi panggilan jiwa bagi tanah Air West Papua. 

Bacaan ini adalah Part I, sebagai kisah awal. 
Berikutnya kami juga akan menghadirkan kisah Sang Melankolis Part II. 

AKhir kata, Selamat Mengarungi Samudera CINTA. 

Tabi, Ibu Kota West Papua 
20 Oktober 2023
Iklan ada di sini

Komentar