PERIHAL UNTUK DADY

PERIHAL UNTUK DADY

PERIHAL UNTUK DADY 

Terima kasih telah lahir ke dunia ini, Pa. 
Terima kasih telah menjadikan aku ada. 
Terima kasih telah menjaga sedari aku kecil hingga akhir hayatmu.
Terima kasih telah memanjakan aku dengan kasih sayangmu. 
Terima kasih telah begitu mencemaskan aku. 
Terima kasih telah menjadi orang yang paling takut aku terluka. 
Terima kasih telah sabar dengan tingkah laku putrimu ini. 
Terima kasih telah membuatku menyadari cinta tulus pertama kali yang kudapat adalah darimu. 
Terima kasih telah mengajarkan aku hidup sederhana dan mensyukuri apa yang kita punya. 
Terima kasih telah mewarisi bakat menulismu padaku. 
Terima kasih untuk semua hal yang aku tidak sanggup menuliskannya dengan kata-kata. 

Aku baik-baik saja, Pa. 
Jangan lagi cemas. Seperti kalimat terakhir yang kau ucapkan sebelum berpulang. 

Andai waktu bisa diputar, aku ingin memeluk Papa sekali lagi dan menumpahkan tangis di sana. Ingin tidur di pangkuanmu sembari merengek manja. Ingin mengadu banyak hal, lalu mendengar pembelaanmu. 

Maafkan putrimu ini. 
Maaf, karena ternyata sedewasa dan sekuat apa pun aku. Aku tetap membutuhkan Mama juga Papa. 

11 Oktober 1942
21 Oktober 2011
Iklan ada di sini

Komentar