PEMIKIRAN TENTANG POLARISASI, SEGMENTASI DAN SEGREGASI.

PEMIKIRAN TENTANG POLARISASI, SEGMENTASI DAN SEGREGASI.

PROLOG 

Kami mencoba merumuskan pemikiran 
tentang Polarisasi, Segmentasi dan Segregasi. Tiga istilah ini, banyak digunakan publik, walau mayoritas publik – entah memahami ataupun tidak, namun di sini kami mengartikannya dengan definisi yang menurut kami sesuai dengan konteks tulisan ini dimaksudkan. Beberapa istilah lain, tidak secara ketat kami gunakansebagaimana 
digunakan dalam istilah dan atau salah satu aliran filsafat Eksistensialis. Istilah lain lagi yang berhubungan adalah co-eksistensi.

Kami juga meminjam 2 kata dalam bahasa 
Inggris, masing-masing adalah Fashion dan 
Show. Biasanya dalam terminology umum 
Fashion dan Show menjadi satu kata yang berarti Pertunjukan Busana. Dalam kaitannya dengan maksud tulisan ini, kami mendefinisikan ulang terminology dimaksud dengan menambahkan kata Eksistensialis; Fashion Show Eksistensialis (FSE). 

Selain itu, yang menjadi kata kunci lainnya 
adalah Media Sosial “Medsos”, sebagai suatu 
panggung pertunjukan, yang mana Polarisasi, 
Segmentasi dan Segregasi mendapatkan tempat dan arti bagi keberadaan, bagi adanya dirinya, kelompoknya, ikatannya, organisasinya dan forumnya; yang kami sebut sebagai Panggung Fashion Show Eksistensialis.

Tulisan ini hanya membuka wacana 
pemikiran bagi kita sekalian untuk lebih jauh 
melihat fenomena aktual dalam kesaharian hidup sebagai Satu Entitas bangsa Papua; yang semakin diperkerdilkan oleh Polarisasi, Segmentasi dan Segregasi. 

Sebagai sebuah pemikiran kecil, ini hanya 
suatu tulisan yang belum dirampungkan lagi 
secara utuh. Terutama bagaimana polarisasi, 
Segmentasi dan Segregasi berdampak pada 
Keutuhan Entitas Bangsa Papua sebagai satu 
kesatuan yang dibentuk melalui adanya entitas-entitas beragam suku bangsa; yang mana kami meminjam kata Penyair Alex Giay, Papua adalah Bangsa Pelangi. 

Karena Bangsa Papua terbentuk dari 
Beranekaragam entitas suku bangsa, maka 
Pantaslah disebut sebagai Bangsa Pelangi. Pelangi itu terlihat Indah karena memiliki beraneka ragam corak warna, sama seperti bangsa Papua. Oleh karena itulah, penting bagi kami untuk sedikit menguraikan pemikiran ini, agar Kesatuan bangsa 
Papua tetaplah utuh. Tulisan ini juga merupakan awal studi kasus.

Sumber: Facebook Amoye Amoye
Iklan ada di sini

Komentar