KEPADA NK

KEPADA NK

KEPADA NK

1/

Terkadang pada siang yang hampir pudar, ingin kupuisikan lagi kerinduanku padamu. Meski selalu saja gerimis lebih dulu tiba di ujung mata, karena sesal yang senantiasa menyapa, sementara bukan kepadaku lagi engkau ingin berpadu cinta.

2/

Nk, aku selalu tak mampu memuisikan hujan saat siang hari, sebab saat seperti ini serupa kesedihan tanpa kata. Siang pun temaram berkelambu deras hujan, yang kulihat hanyalah ingatan-ingatan yang sibuk memanen kenangan luka.

Nk, tak akan kuhabiskan waktu untuk bertahan dengan kau yang selalu meragu. Meski hujan terus saja menguji rindu yang jatuh. Namun resah ini kian membuncah, lukaku semakin pasrah merekah.

Nk, pada bait puisi yang tidak berangka ini, cintaku ialah namamu yang sengaja tak lengkap kubacakan lagi. Cukup tahu dalam hati saja, kita pernah berdiam di sana, tanpa kata, tanpa terkatakan, yang sekarang harus kita lupakan.

3/

Nk, kau tahu? Seperti apapun tulisanku ini, semua masih tertuju untukmu, entah sampai kapan. Meski hidup serasa berlari, tapi luka tak pernah tanggal. Ia bagai bayang bayang, pada sajak Sapardi—aku dan kenangan tentangmu, masih selalu bersekutu. Perpisahan tak pernah melupakan semua pelukan, meski kesedihanku dipaksa rebah terus-terusan dan aku dipencundangi keadaan.

Sejatinya, namamulah muara segala doa-doa, tempat merapal semua harapan, meski kenyataannya hanya luka-luka yang meraja. Serupa siang yang berhujan, kerinduanku belum mendapat titik terang, masih saja membuatku basah dan salah jalan.

Sejatinya, sunyi ini akan terus mengetuk pintu hatiku yang diam, pasrah pada semua kesakitan. Tanpa ada pilihan, hatiku masihlah tempat terlapang untuk menampung segala kesedihan, karena sejak kau pergi, cintaku mati terkubur sepi di sini.

Nk, aku tahu, hidup seharusnya tidak untuk mengeluh dan mengaduh. Karena hidup adalah untuk mengolah hidup, bekerja membalik tanah, memasuki rahasia langit dan samodra, serta mencipta dan mengukir dunia, sebagaimana sabda Rendra. Tapi, kali ini, aku serupa ranting patah di musim semi—kepada Tuhan aku menyembah, kepada cinta aku menyerah.

- Mahesa Jenar
Iklan ada di sini

Komentar