RASA YANG MEMERDEKAKAN

RASA YANG MEMERDEKAKAN

RASA YANG MEMERDEKAKAN 

[Siapa pun tidak berhak membungkam sebuah rasa yang ada dalam diri seseorang, karena tentang rasa hanya yang mengalami sajalah yang tahu. Pilihan pada rasa pahit atau manis, biarlah penikmat rasa sajalah yang menentukan dengan kebebasannya. Tidak perlu interfensi. Kalaupun ada yang interfensi boleh disebut: "penjahat." ]

Ketika mata tak terpejam
Kucoba menyaji secangkir kopi
Untuk menemaniku malam ini. 

Sesaat terdengar di angkasa
Suara bising menggetar suasana
Nikmatnya kopi berubah seketika. 

Malam semakin buritan
Gemuruh sambar-menyambar
Aku terdampar di dalamnya. 

Itu bukan keinginanku 
Tapi apalah daya tuk bernasar
Ini telah dalam kepungan laras. 

Cangkir kopi jadi bidikan jitu
Bagaikan petir peluru menyambar
Tangan tak mampu menahan
Pecah dan tumpah berhamburan. 

Malam yang penuh malang
Borgol mengunci tangan
Menggantikan cangkir kopi. 

Sajian kopi yang nikmat
Tak bisa membasahi dahaga
Tapi darah membasahi tubuh. 

Ini cambuk tak tolerir apa pun
Bagai 'cambuk api' penunggu neraka
Melahap penuh amarah. 

Entah kenapa?
Apa kesalahan?
Aku hanya penikmat kopi!
Di pangkalan perjuangan. 

Harus kamu tahu ini:
Sekalipun kau tembak dahaga ini
Dan memborgol kenikmatan hidupku
Rasa nikmatnya akan memerdekakan.

#PaceKumisTopiMiring
Honny Pigai
QC, 29032022
Iklan ada di sini

Komentar