MUNAFIK, Ini Seruanku!

MUNAFIK, Ini Seruanku!

MUNAFIK, Ini Seruanku! 

Lukisan mereka begitu menyilaukan mata,
Banyak ukirannya menusuk kalbu,
Bagai tombak bengis merong-rong nadi,
Tapi keindahan semu yang dipertontonkan.

Banyak tergoda rayuan mautnya,
sampai jati diri pun diperjual belikan,
dan bahkan ikut mereka mengukir kisah pilu,
Sesama bangsa, juga ras jadi targetnya. 

Jendral-jendral berpesta pora, bergirang!
Di atas bahunya pangkat berlipat ganda,
Ukiran dari tinta-tinta pensil yang berubah merah,
Dari hasil wajah-wajah memar jejak pelurunya. 

Mungkin imannya perlahan diterkam mangsa,
Oleh taring tajam yang buas menghujam,
Sampai keindahan kemunafikannya subur,
Menjalar hingga menghitamkan akal pikir,
Sampai tersesat di jalan tuk pulang.

Aku ingatkan pada kalian! 
Kalian yang berparas alim
Yang sebenarnya berwajah dua
Dengarkan ini! Seruan dari balik gua,
Penjara yang kau cipta,
dengan teka-teki tanpa dalih. 

Aku berpijak pada luas dan birunya laut,
Dengan gelombang yang saling menyahut,
Untuk pulang ke tepian bersama berirama,
Bagai melodi kawanan malaikat suci.

Kami ingin tancap pilar-pilar bintang,
Yang menerangi pertualangan di bumi,
Menanam kebajikan sebagai tonggak,
Menerobos tiang kemunafikanmu. 

Honny Pigai - QC, 26072022
#PaceKumisTopiMiring
Iklan ada di sini

Komentar