AKU HARUS MERELAKANMU~

AKU HARUS MERELAKANMU~

~AKU HARUS MERELAKANMU~

karya; Jefri Prawinata 

Barangkali kepergianmu memang harus kurelakan, tidak ada hati yang menerima jasa paksaan, semua berjalan sesuai perasaan.
Biarlah rindu mendapatkanmu kurawat sendiri dalam keikhlasan, tidak ada yang perlu diteruskan ketika izin bersama kau berikan, kamu pun tak perlu mempermasalahkan ketika aku masih setia mencintaimu, kamu tak bisa melarang hatiku terus mengalir untukmu sebagaimana aku tak pernah memaksamu untuk menerima hatiku sendiri, biarlah semua berjalan apa adanya, jangan pernah menjadikan titik rinduku sebagai kabar buruk yang kau terima, karena aku tak pernah memaksakan kau untuk merinduiku juga. 
Jangan pernah menganggap cintaku kepadamu sebuah kesalahan, karena aku tak pernah menyalahkan siapapun sekali pun kita gagal utuh, cintaku bukan kerugian maka kaupun tak pantas merasa dirugikan, kamu akan tetap bahagia tanpa aku, tenanglah, lanjutkan saja setiap mimpimu dengan baik, aku takan datang lagi untuk masuk mengusik, kejarlah apa yang ingin kau dapatkan, dengan hati rela dan cinta masih didada disini aku selalu setia mendoakan apa yang kau perjuangkan, berbahagialah selalu meski aku tak ada dalam kamus kebahagiaanmu nanti. 

Aku ini hanyalah setetes embun yang pernah menyelinap masuk ketubuhmu sementara waktu kemudian pergi karena embun diriku tak ingin menutup pandanganmu lebih lama dalam melihat bahagia, kamu bebas menentukan cerah hidupmu sekalipun hatiku yang tertebar, aku rela puing-puing bahagiaku berserakan, rumah-rumah harapan yang kemarin kubangun  harus runtuh karena tak kuat pondasi menegakkan kebahagiaan, aku hanyalah bagian sejarah yang pernah mengusahakan kebahagianmu meski tak cukup kendali menjalin kebersamaan. 
Kamu tak akan mengerti bagaimana pergimu selalu menakutkan dan meluluhlantakkan, kamu tak akan pernah paham jika bahagiamu selalu keselamatkan meski hatiku tersematkan,  barangkali tak semua cinta dikondisikan utuh, barangkali tak semua rindu dipastikan bertemu, barangkali cinta apa adanya tak pernah ada dikehidupan nyata, barangkali inilah  namanya perpisahan yang menjadi persetujuan sebelah pihak. 
Dan kita gagal menuai saling menanam cinta, saling membuahi percaya, saling menyuburkan rindu, saling mempertahankan dan saling memperjuangkan dan pada akhirnya kita saling gagal mengenal lebih jauh, lalu tanaman kita mati berguguran sehingga kebahagiaan kita gagal berbuah sebelum tumbuh. 

Ya pada kenyataannya yang mencitai itu hanya aku, yang merasakan istimewa pun cukup aku, aku merasakan kebahagiaan bersamamu adalah hal yang mahal kudapatkan meski bagimu itu mudah didapatkan. 
Yakinlah suatu saat nanti kamu pasti menyadari bahwa hal yang kau pandang murah saat ini adalah hal yang sangat mahal untuk kau temui, kelak kamu akan membenarkan bahwa aku yang benar-benar mengusahakanmu bahagia, kamu tak akan mampu membeli suatu bahagia yang telah pergi sekalipun perasaan dan perhatianmu jauh lebih baik yang kau beri dari hari ini. 
Kelak kamu akan menjadikan aku pilihan tempatmu pulang setelah sekian lama tersesat kebanyak hati yang kau temui sarang kedustaan dan kau akan mengakui bahwa rumahku adalah tempat ternyaman akan rindumu, kini biarlah aku yang merindukan seorang diri, biarlah aku mencintai dalam keadaan sepi, biarlah harapanku seakan mati disekap bayang-bayang kenangan. 
Biarlah hanya aku yang menunggu, biarlah hanya aku sendiri yang mewujudkan masa depan kita saat ini, sebab atas nama mencintai tak ada yang patut di persalahkan, karena aku selalu mensyukuri apa yang ada dihati dan apa yang Tuhan beri sehingga dalam meratapi hatiku masih bisa terkendali.

#sastra_yang_hilang
#bisikan_jemari15

(Musikalisasi puisi sedih) 
https://www.facebook.com/groups/2381995058607514/permalink/2666775966796087/?mibextid=rS40aB7S9Ucbxw6v
Iklan ada di sini

Komentar