ENAKIDA- "naama"
_________
Tubuhmu terbentang kaku,
badanmu menegang paten,
kau terbujur dikelilingi orang-orang,
semua menatap ragamu.
Semua orang berseru haru,
ratap tangis dan pilu terdengar,
sanak keluarga dan sahabat-sahat,
menghantarmu pergi selamanya.
Bagaimana dengan aku?
aku hanya benci rindu,
rindu untuk bergurau cerita,
berpacu tanpa alas kaki,
tanpa peduli onak dan duri.
Selamat jalan, "naama".
meski tertinggal pekatnya rindu,
ku kan pahat yang kau buat,
di sini, di dalam kalbu.
Sampaikan salamku pada Pencipta,
besukacitalah bersama para malaikat,
nyayikan lagu pujian abadi,
doakan kami tanpa henti,
kami pun kan mendoakanmu.
Honny Pigai - QC, 31102022
#PaceKumisTopiMiring
Iklan ada di sini
Komentar