NONCE DAN MUSUH

NONCE DAN MUSUH










@Post Ulang
Facebook: Yosias iyai

Bagian II
Nonce dan Musuh Rakyat!

Kami habis kegiatan seperti biasa, pencarian dana. Kata nonce pada agus yang baru saja mampir dengan motor buntutnya. Nonce naik ke motornya, kita cari pinang dan air didepan, ucap nonce. Mereka lalui lorong yang penuh gelap, hanya remang-ramang cahaya lampu rumah tetangga. Nonce peluk tubuh agus yang kurus sembari memberinya hangat yang dihamtam dingin kota dogiyai. 
Tibah di  pertikaan terminal moanemani. Nonce segara turun. Membeli air, rokok, dan pinang. Motor buntut mengantar mereka ke tempat biasa. Diatas bukit. Menyaksihkan kedap-kedip lampuh kota. Menahan dingin malam, dibawah rembulan. 
Agus menarik rokok, mengunya pinang. Sembari bertanya, apa yang terjadi dipapua. Nonce, membuang ludah pinang yang lama ditahan di mulutnya. Nonce mulai bersandar dibahunya agus. Bercerita.
Jadi agus, kita(rakyat papua) ini su hidup dibawah dominasi ekspansi (Perluasan wilayah Keekuasan) militer dan modal(capital). Barang itu, donk mulai dari operasi yang donk beri nama Trikora, 19 Desembar 19961. 18 hari setelah tonk su deklarasi Negara dan pemerintahan sendiri 1 des 61.
Mulai sejak itu, indonasia de mulai perlusaan daerah kekuasaan dengan kekuatan militer yang dibekap oleh iperialisme amerika dan sekutunya. De buat banyak operasi. Melalui perundingan Antara Indonesia dan belanda (Tanpa Keterlibatan kita) admintrasi wilayah papua untuk sementara dikasih ke indinonesia 1 mei 63 dengan caatatan 1969 akan diadakan PEPERA(kita memilih apakah tetap bersama atau beridiri sendiri). 
Su bagitu, januari 1967 (2 Tahun sebelum PEPERA) indonesia tetapkan UU penanaman modal asing. April 67 de lakukan kontrak kerja PT.Freeport Mc. Moran. Ini adalah bentuk ekspansi modal. Jauh sebelum itu juga, ada belanda melalui VOC (serikat dagang milik belanda) yang su beroperasi lebih dulu. 
Hingga pepera 69 dilaksanakan dibawah tekanan militer dan tak sesuiai mekanisme hokum internasinal (New York egreement) dan hinggan kini.  histori kita menyimpan bayang2 teraumatik hingga sekarang yang sedang tonk jalani.  Agus menantap pembicaraan nonce. Meresapi setiap kata. Menerimanya dengan hati yang panas, kepala yang dingin. 
Hingga kini, ko bisa lihat indonasia de bangun media, pendidikan, kesehatan, trada  ruang demokrasi, budaya yang buruk. Ini bentuk kolonialisme yang kita bisa lihat dan alami. Kebijakan2 yang de buat juga tanpa melibatkan orang Papua (DOB, Ostus). Penambahan pasukan militer, pembangun pos2 militer. Modal asing. Perusahaan2 milik imperialis(BP, LNG, Freepot, Inalum, MIFE, dll). Perkebunan sawit yang membabat hutan dan sagu. 
Belum lagi besok, donk su tetapkan UU cipata kerja. Kita terancam, agus. Agus terdiam membisu. Nonce merasahkan betul amarah yang timbul dalam hati agus. Nonce peluk agus, dan Berbisik ditelinga ‘ Musuh kita sekarang hanya Kolonialisme, Militerisme dan Imperalisme” ….lantas Dari Mana Kita Mulai MELAWAN.✊💪
Iklan ada di sini

Komentar