HEII... DIMANA SUARA DAN DUKUNGAN MORAL DARI ANAK-ANAK MUSLIM YANG LAHIR DAN BESAR DI TANAH PAPUA DAN LEBIH KHUSUS PAPUA PEGUNUNGAN?

HEII... DIMANA SUARA DAN DUKUNGAN MORAL DARI ANAK-ANAK MUSLIM YANG LAHIR DAN BESAR DI TANAH PAPUA DAN LEBIH KHUSUS PAPUA PEGUNUNGAN?

Tulisan ini khusus anak2 Muslim yang lahir dan besar di Tanah leluhur kami di Papua

HEII... DIMANA SUARA DAN DUKUNGAN MORAL DARI ANAK-ANAK MUSLIM YANG LAHIR DAN BESAR DI TANAH PAPUA DAN LEBIH KHUSUS PAPUA PEGUNUNGAN? 

"Anda tolong bersuara tentang siapa sesungguhnya kami? Karena Anda lahir dan besar dan bertumbuh bersama kami di atas Tanah leluhur kami. Anda tahu bahwa kami tidak pernah melukai orang tua Anda. Mengapa Anda diam dan tenang-tenang saja?" 

Oleh Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman

Saudara-saudara, ketika orang tuamu datang ke rumah kami, honai kami atau tanah leluhur kami di Papua pada umumnya, lebih khusus di pegunungan, kami sudah terima orang tua Anda  dan kami sudah sambut dipaha kami. Kami hidup bersama, hidup harmoni dan damai, saling mengasihi dan saling menopang sudah bertahun-tahun. Orang tua Anda dan Anda sendiri adalah saksi. Orang tua Anda Anda telah mengukir sejarah hidup bersama kami. Kami tidak pernah dan belum pernah marah dan mengusir orang tua Anda. Kami kasih tanah kami dengan cara orang tua Anda membeli dengan harga murah, mungkin barter dengan barang murahan dari orang tua Anda. 

Waktu orang tua Anda  dan Anda ke kampung-kampung, kami makan ubi bersama, kami duduk cerita dan tertawa bersama, kami sama-sama tidur dalam honai kami. Di sana orang tua Anda dan Anda tidak temukan OPM, separatis, kkb, gorila, monyet, kkb, tikus-tikus kecil, dan teroris, di sana orang tua Anda dan Anda tidak temukan orang jahat. Orang tua Anda dan Anda melihat manusia-manusia bermartabat yang penuh dengan kasih sayang dan persaudaraan. Orang tua Anda dan Anda disapa dan dipeluk seperti saudara-saudara kandung. Kami tidak pernah melihat orang tua Anda dan Anda rambut lurus,kami belum pernah membedakan orang tua Anda dan Anda Muslim. Kami melihat orang tua Anda Anda manusia sama seperti kami. 

Sering Anda bilang malam-malam mau kembali ke Wamena dari kampung kami, kami ijinkan Anda kembali ke Wamena kota. Tetapi, Anda tidak pernah ketemu OPM, separatis, kkb, teroris, monyet, gorila, tikus-tikut kecil, dan orang-orang jahat di sepanjang perjalanan. Anda terlindung dan terjaga sampai tiba di Wamena kota. 

Pada saat pagi hari Anda kembali datang menjemput kami, kami bertanya, apakah ada OPM tahan, interogasi dan siksa Anda? Anda menjawab dan mengatakan: "Di sini tidak ada OPM. Semua orang baik dengan saya kok." 

Kalau tulisan ini dibaca oleh anak-anak Non Papua, terutama Muslim yang lahir dan besar di Pegunungan, penulis meminta untuk tambahkan dan juga membagikan secara luas. Supaya Anda dan kami sama-sama sampaikan kepada penguasa Indonesia, aparat TNI-Polri dan semua orang Indonesia bahwa Anda semua salah dan keliru menilai dan merendahkan martabat kami. 

Kalau anak-anak Muslim yang lahir dan besar, bertumbuh dan beranak-pinang di atas Tanah kami dan Anda hanya menonton dan tidak peduli dan membisu terhadap penderitaan Penduduk Orang Asli Papua, berarti Anda percuma lahir dan hidup bersama kami di atas Tanah leluhur kami. Anda orang yang tidak bertanggungjawab dan acuh tak acuh dengan penderitaan kami. Anda tidak pantas dan tidak layak hidup di atas Tanah pusaka POAP. 

Maaf, ini bukan ancaman, ini bukan tekanan, tapi saya membangunkan Anda dari ketiduran panjang dan sadarkan Anda dari ketidaksadaran atas penderitaan kami. 

Anda makan dan minum dari hasil Tanah yang di dalamnya ada kuburan leluhur kami, nenek moyang kami, dan kuburan orang-orang yang dibunuh penguasa Indonesia karena dianggap opm, separatis,makar,,kkb dan teroris. 

Ingat, kamu lahir dan besar dan hidup berkembang di  Rumah Monyet, rumah Gorila, Rumah Tikus-Tikus kecil, rumah  kkb, rumah teroris, rumah  opm. 

1. Apakah memang benar demikian? 

2. Bagainana pendapat Anda? 

3. Apa yang selama ini Anda tahu?  

4. Apakah Anda ke dekolah dasar, smp, sma, perguruan tinggi, Anda bertemu dan berbicara dengan anak-anak monyet, gorila, tukus-tikus kecil, kkb, teroris, opm? 

Jujur saja, penulis sebagai anak asli Papua yang lahir dan dibesarkan di lingkungan orang-orang pegunungan, saya tidak menerima 100%, karena selama ini penguasa pemerintah Indonesia dan aparat TNI-Polri mengkriminalisasi kami dan kami dibuat seperti tidak punya martabat dan nilai-nilai kebaikan dalam kebudayaan kami. 

Dalam berbagai kesempatan di media cetak, elektronik: TV, Radio dan dalam sambutan-sambutan resmi serta pengarahan, kami orang pegunungan dikambing-hitamkan, direndahkan martabat kami dan kami dibuat manusia-manusia yang tidak ada nilai dan martabat sebagai manusia. 

Terima kasih. Tuhan memberkati. 

Ita Wakhu Purom, 13 Maret 2023 

Penulis: Anak suku Lani dari Pegunungan, Papua Barat. 

Hp 08128888712/08124888458
Iklan ada di sini

Komentar