BERUSAHA TANPA HASIL

BERUSAHA TANPA HASIL

BERUSAHA TANPA HASIL 

Tentunya hampir semua manusia mengasumsikan pendidikan sebagai tempat menimba ilmu dalam memperbaiki kepribadian seseorang. Menjadikan dasar dan landasan yang mampu memberantas buta huruf dan memproduksi sesuatu yang baik. 

Dimana setiap orang yang menginjak dan merasakan rasa pahit dan manisnya dari pendidikan niscaya akan betul-betul disadarkan. Pendidikan mampu mengubah mindset dan esensinya setiap orang punya kewajiban menjalani pendidikan. Namun kembali juga pada naluri!

Realitas sarjana dini.

Bulan berganti bulan banyak universitas telah berlalu mewisudakan mahasiswa-mahasiswi semester akhir yang didalamnya rata-rata terlihat orang asli Papua dalam jumlah yang cenderung besar. Menerima tambahan nama baru sebagai pertujukan lulusan sarjana yang memiliki kemampuan skill sesuai ketekunan.

Dengan kuantitas kuota orang yang cukup mengherankan setelah menyelesaikan beban selama berpendidikan pasti mempunyai tujuan! Kemudian mereka sebenarnya sedang kemana.! 

Pertanyaan.
Apakah sedang mencari lowongan kerja?
Apakah menunggu yang langsung dapatkan pekerjaan?
Apakah sedang membuka usaha sendiri? 
Apakah sedang melanjutkan kuliah S2? 
Ataukah malahan menjadi penganggur tunggu hanya formasi CPNS?
Ataukah sedang bikin apa?
Bingung 😕

Masih banyak lagi yang perlu dipertanyakan.

Capek berpendidikan:
TK. : 2 tahun 
SD. : 6 tahun 
SMP. : 3 tahun 
SMA/SMK. : 3/4 tahun 
Kuliah. : 4/5 tahun 

Ikuti Pendidikan berkisar 19-20 tahun hasilnya sangat minim. Percuma sekolah sampai lebih tinggi mengeluarkan tenaga, energi, kekuatan dan merusak tubuh hanya demi mengejar pendidikan kalau kembali hanya mau duduk dirumah tunggu perbincangan pilkada, CPNS dan semacamnya baru kaget.

Perlu menghargai tubuh yang mana selalu memberi dorongan dan menopang dalam setiap usaha. Merugikan dan merusak organ tubuh saja tak ada hasil yang memuaskan.

Lebih baik buktikan harus ciptakan usaha sendiri. Tanah Papua masih terlalu luas kitong punya pemikiran yang membodohi diri kita sendiri. Membuat penjajah terus menjajah dan menindas. 😴

Apa tujuan untuk sekolah?

Oleh: Dimibeu Mabipai
Holandia 19 Oktober 2022
Iklan ada di sini

Komentar