SAYA HANYA INGATKAN, TAPI JANGAN PERNAH KAGET, KARENA TIGA PROVINSI BONEKA INDONESIA 2022 DI PAPUA MENGHADAPI 5 BAHAYA BESAR
Fakta Hukum TABUR & TUAI
SAYA HANYA INGATKAN, TAPI JANGAN PERNAH KAGET, KARENA TIGA PROVINSI BONEKA INDONESIA 2022 DI PAPUA MENGHADAPI 5 BAHAYA BESAR, YAITU:
Tanggal 30 Juli 2022 dipikir hari kemenangan tapi hari dimulainya dukacita, murka, kutuk dan malapetaka Nasional.
Mengapa?
Baca jawaban di bawah ini.
1. Tiga Provinsi Boneka 2022 itu akan menghapi tulang belulang, darah, air mata dan penderitaan orang asli Papua sejak 19 Desember 1961 sampai sekarang.
Artinya, tulang-belulang, tetesan darah dan cucuran air mata dan penderitaan orang Asli Papua selalu dan tetap kejar orang-orang yang tidak mendengarkan suara rakyat Papua.
2. Tiga provinsi Boneka akan akan berhadapan dengan tulang belulang alm Arnold Clemens Ap, Theodorus Hiyo Eluay, Aristoteles Masoka, Yustinus Murip, Mako Tabuni, Kelly Kwalik, Yawan Wayeni, dan 4 siswa di Paniai, dan ribuan orang yang dibantai Negara sejak 1961 menjadi MUSUH mereka selamanya.
3. Suara, doa dan harapan serta nurani luhur orang asli Papua yang menolak DOB akan menjadi MUSUH abadi yang akan kejar orang-orang yang menjadi telinga tuli, mata buta dan hati nurani mati yang rasis, fasis, militeristik, barbar.
4. Dari perspektif atau dimensi iman, bahwa darah, air mata, tulang belulang dan penderitaan orang-orang asli Papua selamanya mengejar penguasa Indonesia dan anak cucu. Hari ini mereka berfikir hebat dan menang tapi siapa menanamkan kejahatan pasti memetik hasil kejahatan juga.
5. "Ingat, hukum TABUR dan TUAI itu akan berlangsung. KARMA itu akan terjadi. Apakah kalian tidak puas? Kita lihat apa yang terjadi?" (Muhammad Rivai Darus, SH, Jurubicara Gubernur Papua, 11 April 2022).
Karya ini, saya abadikan dengan bolpen tulang belulang, tintanya air mata dan darah serta penderitaan bangsaku, orang asli Papua di atas TANAH leluhur kami."
"Seluruh penderitaan orang asli Papua sejak 19 Desember 1961 dan 1 Mei 1963 sampai sekarang yang ditulis dengan tinta akan terhapus, tapi saya menulis penderitaan bangsaku ini semua dengan bolpen tulang belulang, tinta air mata dan darah di atas TANAH ini."
Dalam hal ini, kalau saya tidak menjadi bolpen untuk menulis penderitaan bangsaku, saya cukup menjadi alas penghapus di tangan TUHAN untuk menghapus tetesan air mata di pipi mereka dan darah dari tubuh mereka.
Ita Wakhu Purom, 1 Juli 2022
Penulis:
1. Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.
2. Pendiri, Pengurus dan Anggota Dewan Gereja Papua (WPCC).
4. Anggota Konferensi Gereja-gereja Pasifik (PCC).
4. Anggota Baptist World Alliance (BWA).
Nomor kontak: 08124888458
Iklan ada di sini
Komentar