KABAR BURUK BUMI PAILIT
Kabarkan padaku tentang semesta jati dirimu
agar kata-kata ini tak melulu tentang ketamakan
disaat wujud warna identitas luntur dan mengikis
diantara laju waktu yang megalamoniak tunduk
hanya tinggal puing-puing berserakan dipersada
Ceritakan padaku tentang derita panjangmu
biar tawa ini terhenyak kaku dan malu sendiri
ketika airmata-airmata diatas bumi pailit
hilir ke hulu tiada terbendungi dalam hidup
dan terus menetes rinai dari langit bangsamu
Beritahu aku mengenai lukamu
supaya sukacita ini tak terlanjur menipu
pada perih memar yang tak kunjung terbalut
saban hidup merintih disayati tirani benggal
melafas jiwa-jiwa terkunkung dalam nestapa
Bisikkan di telingaku tentang sunyimu
agar hingar bingar ini tak larut tanpa daya
supaya kau tangguh pacuh mencari kehidupan
walau tiap ruang dihenkang sang predator
menghekang tapak juang dalam buntutan serdadu
Sampaikan padaku tentang kehilanganmu
biar aku sudahi ketangguhanku yang pura-pura
terlena dibalik musnah insan yang tak terkira
disaat satu persatu pergi tinggalkan tuk dikenang
ratapannya terborgol direlung hati yang terkulai
Suratkan untukku selembar puisimu
agar tak tinggal tidur diberanda penjajah
membaca kabar buruk tentang diri dan bangsamu
ditiap bait syairnya penuh luka peluh darah
dengan tinta buram kelabu yang meringkih hati
Lalu bila waktunya masih bersekutu
Datanglah dengan semangat enam satu
Agar amarahku dan bencimu bersatu padu
iklarkan jiwaku dan hatimu dengan seia sekata
lalu seutuh kita mengusir kaum bejat keparat
Bukit Keheningan, 26/04/19
Giyai Aleks
Iklan ada di sini
Komentar